Search This Blog

Pages

Tuesday, March 23, 2010

Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Ayah Sepanjang Ada Uang.

Kasih Ibu Kepada beta tak terhingga sepanjang masa. hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia (betol ga gito lagunya? Soalnya aku ga TK, tp aku ga MKS kog).
Sepenggal lagu yang mengisahkan tulusnya kasih ibu kepada anaknya. Tapi, apakah jaman sekarang masih begito?? *mau tau jawabannya? Mari kita tanya galilleo*. Mungkin sekarang dah tidak ada yang murni lagi yang seperti itu, karena ada segelintir ibu-ibu yang tega menelantarkan anaknya, membunuh bayinya, bahkan menjual anak gadisnya ke pria hidung belang *zebraman*. Naudzubillah...

Ibu yang seharusnya menjadi contoh yang baik, tapi sekarang menjadi contoh yang amat tidak bermoral. Memang sech tidak semuanya, masih ada kog yang begitu baik.
Contoh yang konkrit ya Ibu/Mamak/mama/mami ku (simpel banget ya contohnya).
The best mam ever i have *love u mam*.
Bagaimana dengan ibumu??
(Bagi yang sudah tidak mempunyai ibu, maaf). Meskipun kadang ada beberapa ibu yang mencoreng nama baik dari seorang ibu, percayalah bahwa di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia tak tega untuk melakukannya. Karena dia sangat merasakan bahwa kita adalah darah dagingnya sendiri yang berarti jika dia menyakiti kita secara tidak langsung dia juga menyakiti jga dirinya sendiri *bagus x ah kata-katanya. Dapat darimana tuh? Huehehehe*.

Kita pause dulu soal ibu, dan beralih ke bapak-bapak *jalan kalee dialihkan*. Sebenarnya ada sedikit ketimpangan yang terjadi disini. Coba bayangkan??? *sok mikir*.
Ok, berikut adalah ketimpangan yang terjadi:
1. Mengapa ada hari ibu, tetapi tidak ada hari ayah??
2. Kenapa ada ibu jari, tetapi tidak ada ayah/bapak jari??
3. Kenapa ada ibukota, tetapi tidak ada ayah/bapak kota??
4. Kenapa ada ibu muda dan ibu tua (istri), tetapi tidak ada ayah muda dan ayah tua??
5. Kenapa selalu ada kalimat, Ibu pergi ke pasar, tetapi tidak ada bapak pergi ke pasar.
6. Kenapa ada iburan (liburan kalee), tetapi tidak ada ayahran??
7. Kenapa ada pria hidung belang dan mata keranjang (emangya buah atau sayur ditaruh di keranjang), tetapi tidak ada wanita hidung belang dan mata keranjang.
Jawab: semua pertanyaan di jawab dengan kata ''KARENA''.
Padahal ayah yang mencari nafkah sampe banting tulang dan peras keringat (paksa X ne kerjanya om) bagi keluarga hanya mendapat bagian yang sedikit dari ibu-ibu *sedih juga ne, karena bakal jadi bapak-bapak. Hix..hix..*.
Jadi apa betol kalo kasih ibu sepanjang jalan, dan kasih ayah sepanjang ada uang?? * ibu matre, ibu matre ke dapur aje* huehehehe...
Emang sedikit kasihan juga ni jadi cowok.
Hmmm..
Tapi ga apa-apa, karena wanita ga akan bisa hidup tanpa pria. Hidup pria-pria hidung belang *semangat 45*.
Upps sallaah...
Pria baik dan beriman maksudnya. Hahahaha.

Tapi, keduanya harus saling seimbang. Toh pria maupun wanita sama-sama haus akan buaian kasih sayangnya. Huehehehe...
Dan yakinlah, jika sudah menjadi ibu dan juga ayah bagi anak-anakmu. Jadilah ayah dan ibu yang sesungguhnya (ya iyalah, masa jadi ayah dan ibu jadi-jadian. Kayak siluman aja. Hihihi).
Besarkanlah anak-anakmu dalam keluarga yang akur, damai, tenang, dekat nilai-nilai agama dan bersikap baik kepada siapa saja. *kog dah jadi bapak-bapak aku ya??*

Well, be a best parent for your children. May Allah blessing you all..
Amiin..

No comments: