@Poconggg berkata, 'saat engkau galau, bershowerlah'.
@radityadika berkata, 'tidurlah sebelum engkau galau'.
Ku coba memaknai 2 kalimat sakral tersebut.
Kalimat pertama adalah tentang bershower di kala galau. Biar tau aja, gak semua orang Indonesia, di kamar mandinya ada shower, contohnya aku *tunjuk hidung sendiri*. Sesuatu banget yah, saat puncak galau datang dan hendak menghilangkan semua galau itu bersama mengalirnya airnya yang mengucur dari shower tapi harus menghadapi kenyataan bahwa GAK PUNYA SHOWER. Ini gak Alhamdulillah banget ya. Ini berasa pengen b*ker tapi sedang diperjalanan disebuah tol dan didalam bus yang penuh sesak. Di keluarin gak mungkin, ditahan malah buat nyesek. Sumpah, gak ada ini shower ngeselin banget. Cara menyiasatinya antara lain dengan duduk di bawah pancuran air hujan dari atas genting. Tapi lagi-lagi ini nyesekin. Musim kemarau gini gimana mau bisa guyuran pake pancuran sebagai ganti shower? Cobaklah...
Sebagai orang yang galau, mungkin aku gagal menggalau.
Kalimat kedua yang tentang tidurlah sebelum engkau galau. Ini adalah sebuah kalimat yang mempunyai yang bermakna sangat amat dalam. Seantero jagat raya juga tau kalo menggalau itu sering datang di malam hari. Galau itu datang saat orang sedang berfikir yang enggak-enggak, sedang sendirian dan sedang garuk-garuk p*nt*t. Ok, yang terakhir itu emang agak aneh kedengarannya. Jadi bisa dikatakan, galau itu seperti main jelangkung di malam hari. Datang tak dijemput, pulang gak diongkosin.
Jadi, ngegalau dimalam hari tuh adalah sesuatu yang amat sangat sesuatu banget yaah.
Dari kalimat itu juga bisa ditarik 2 kesimpulan, Tuhan menciptakan malam dengan 2 tujuan yakni waktu untuk beristirahat dan waktu yang tepat untuk menggalau.
Dan yang paling kacau dimana saat kedua kalimat itu di satukan. 'tidurlah sebelum engkau galau, jika terpaksa galau maka bershowerlah!'. Gila aja ya!
Bershower kok malam-malam? Yang ada, hilang galaunya malah muncul masuk angin dan penyakit lainnya. Yang parahnya lagi, jika nekat menggalaunya di malam hari di terusin tapi malah gak ada shower. Coba aja pikir sendiri! Aku gak bisa ngebayanginnya. Dan lagi-lagi, sebagai orang yang galau, aku harus gagal menggalau.
Sudah kodratnya manusia tercipta tak luput dari salah dan dosa serta GALAU.
Dan jika shower tak pernah ada, mungkin engkau akan galau selamanya.
Wednesday, September 21, 2011
Friday, September 16, 2011
Curcol Part II
Seperti halnya orang-orang suka curhat padaku dan Layaknya manusia normal pada umumnya, dulu aku juga pernah sekali curhat tentang EHEM..UHUCK..UHUCK..cinta..UHUCK...UHUCK... Sengaja ku tulis kata CINTA dengan huruf kecil yang diapit dengan huruf-huruf besar agar kalian gak membacanya. Dan tak disangka ternyata aku juga pernah merasakan yang namanya SALAH ORANG UNTUK CURHAT.
Curhatku kali itu bukan tentang aku yang sedang mengalami suatu hubungan cinta yang rusak, tapi aku sedang fallin in love atau dalam hal ilmiahnya jatuh cinta. Jadi aku mau nembak cewek gitu deh. Jadi, dia gak bakal ngasih saran ke aku dengan ucapan, 'YA UDAH, KALIAN PUTUS AJA!'. Hahaha..
Karena ga berani curhat secara langsung, aku dan si teman tempat curhatku janjian agar curhatnya lewat smsan aja. Nama teman curhatku ini ku samarkan, sebut aja namanya Bunga. Eh, kok kedengerannya kayak nama yang sering muncul di acara kriminal sebagai korban pemerkosaan ya? Ok, diganti aja menjadi Melati. (Kayaknya tetep aja ya).
Jadi, setelah ku sms apa masalahnya, kemudian aku dan Melati terlibat per-sms-an serius. Dia tanya, udah berapa lama aku PDKT dengan si doi. Aku balas, 'baru sebulan'.
Dia ngebales gini, 'apa? Baru sebulan? Cobalah lebih PDKT kan lagi. Jangan terburu-buru. Liat respon dia ke kau, tanya ayah dan ibunya kerja apa? Berapa harta warisan untuk dia? Adeknya ada berapa? Bisa diajak kerja sama apa ga? Gitu loh'.
Buset dah, ini anak pengen ngajarin aku nembak apa mau doain orang tuanya cepat mampos?
Ku balas, 'kamfret, aku mau curhat. Bukannya mau jadi agen MLM!'
'yah, itu ada gunanya juga itu, btw, dulu kau bilang, kau single itu prinsip. Nah kok jadi nasib?', balas Melati.
Aku bales, 'aku mau curhat woi, bukan mau dihina! *tiduran di tol*.
Di akhir curhatan, Melati memberi solusi, 'kalo gitu sabar aja dulu, tapi tetep PDKT sama dia. Cewek tuh butuh yang namanya perhatian. Tapi bukan perhatian yang dalam arti sbenarnya ya. Ngerti kan maksudku?'.
Dengan sigap ku jawab, 'ok sip! Tapi maksudnya gimana ya??'
Melati, '*nelen laptop*. Yah, sering-sering aja hubungi dia. Kadang cewek butuh temen cowok buat hiburan. Kasih dia hape, mobil atau rumah!'.
'kau ini mau ngasih solusi apa cari berantem? Mana bisa aku ngasih gitu? Masalahnya dia jarang pacaran. Jadi mungkin susah jatuh cinta ', dengan jengkel ku membalasnya.
Eh dengan enteng si Melati membalas, 'eh dia wanita tulenkah?'
Pertanyaan Melati barusan seperti petir di siang bolong. Aku masih normal, yang suka sama wanita. *duduk dibawah shower*
Semenjak kejadian itu, aku agak trauma dengan yang namanya curhat.
Trus, gimana hubungan aku dengan cewek itu? Masih dipending sampai sekarang...
Curhatku kali itu bukan tentang aku yang sedang mengalami suatu hubungan cinta yang rusak, tapi aku sedang fallin in love atau dalam hal ilmiahnya jatuh cinta. Jadi aku mau nembak cewek gitu deh. Jadi, dia gak bakal ngasih saran ke aku dengan ucapan, 'YA UDAH, KALIAN PUTUS AJA!'. Hahaha..
Karena ga berani curhat secara langsung, aku dan si teman tempat curhatku janjian agar curhatnya lewat smsan aja. Nama teman curhatku ini ku samarkan, sebut aja namanya Bunga. Eh, kok kedengerannya kayak nama yang sering muncul di acara kriminal sebagai korban pemerkosaan ya? Ok, diganti aja menjadi Melati. (Kayaknya tetep aja ya).
Jadi, setelah ku sms apa masalahnya, kemudian aku dan Melati terlibat per-sms-an serius. Dia tanya, udah berapa lama aku PDKT dengan si doi. Aku balas, 'baru sebulan'.
Dia ngebales gini, 'apa? Baru sebulan? Cobalah lebih PDKT kan lagi. Jangan terburu-buru. Liat respon dia ke kau, tanya ayah dan ibunya kerja apa? Berapa harta warisan untuk dia? Adeknya ada berapa? Bisa diajak kerja sama apa ga? Gitu loh'.
Buset dah, ini anak pengen ngajarin aku nembak apa mau doain orang tuanya cepat mampos?
Ku balas, 'kamfret, aku mau curhat. Bukannya mau jadi agen MLM!'
'yah, itu ada gunanya juga itu, btw, dulu kau bilang, kau single itu prinsip. Nah kok jadi nasib?', balas Melati.
Aku bales, 'aku mau curhat woi, bukan mau dihina! *tiduran di tol*.
Di akhir curhatan, Melati memberi solusi, 'kalo gitu sabar aja dulu, tapi tetep PDKT sama dia. Cewek tuh butuh yang namanya perhatian. Tapi bukan perhatian yang dalam arti sbenarnya ya. Ngerti kan maksudku?'.
Dengan sigap ku jawab, 'ok sip! Tapi maksudnya gimana ya??'
Melati, '*nelen laptop*. Yah, sering-sering aja hubungi dia. Kadang cewek butuh temen cowok buat hiburan. Kasih dia hape, mobil atau rumah!'.
'kau ini mau ngasih solusi apa cari berantem? Mana bisa aku ngasih gitu? Masalahnya dia jarang pacaran. Jadi mungkin susah jatuh cinta ', dengan jengkel ku membalasnya.
Eh dengan enteng si Melati membalas, 'eh dia wanita tulenkah?'
Pertanyaan Melati barusan seperti petir di siang bolong. Aku masih normal, yang suka sama wanita. *duduk dibawah shower*
Semenjak kejadian itu, aku agak trauma dengan yang namanya curhat.
Trus, gimana hubungan aku dengan cewek itu? Masih dipending sampai sekarang...
Thursday, September 15, 2011
curcol part I
Zaman sekarang, terlalu
banyak abege-abege labil
atau istilah gahol-nya
Ababil, bertebaran di
muka bumi. Yah,
walaupun aku juga gak
tau muka bumi itu kayak
gimana. Ntah dimana
mulut, mata dan ntah
dimana pula lobang
hidungnya. Kembali ke
ababil. Jadi begini, anak-
anak labil ini susah
ditebak isi hati dan
pemikirannya. Misalnya
ini ya, kadang-kadang
mereka bisa tertawa
terbahak-bahak dan
kemudian bisa langsung
menangis sekuat-
kuatnya. Kenapa? Pas
ketawa tadi, tiba-tiba
ada burung yang sedang
boker di angkasa dan
kotorannya tepat sasaran
masuk ke dalam
mulutnya.
Berikutnya, yang tak
kalah jauh banyaknya
dengan jumlah ababil
adalah remaja galau atau
istilah gahol-nya disebut
galauers. Remaja jenis ini
selalu menggalaukan
semua hal dan terbanyak
tentang hal asmara.
Mulai dari pacaran,
putus, cinlok, dan jomblo.
Nah, dari kejadian gejala
umum yang terjadi di
kalangan zaman sekarang
ini, timbul sebuah ide
ataupun jiwa
enterpreneurship-ku.
Yakni membuka BIRO
JODOH DAN BIRO
CURHAT!
jengjeenggjeeennggg...
Pemikiran yang cerdas
sekalii.
Dalam bisnis biro jodoh,
Para ababil yang bingung
dalam mencari pasangan
adalah sasaran utama
bisnis ini. Diikuti oleh
para lajang lapuk,
perawan tua, janda, duda
dan tua bangka
sekalipun. Kemudian
bisnis Biro Curhat
diperuntukkan bagi para
mereka yang sedang
ingin curhat. Yaeyalah,
masa para yang sedang
pengen boker?. Biro
curhat bergerak dibidang
jasa untuk menampung
barang-barang bekas
(kau kira ini butut?), eh
menampung unek-unek,
keluh kesah dan
memberikan solusi (yang
gak) tepat agar mereka
(gak) kembali bahagia.
Ide biro curhat ini
terinspira olehku dari
banyaknya orang-orang
di sekelilingku yang
sering curcol
(baca:curhat colongan)
padaku tentang kisah-
kisah cinta mereka
dengan para binatang
peliharaannya, eh
pasangannya deng. Dan
kebanyakan dari mereka
adalah cewek. Dan yang
paling aneh dari hal ini
adalah ngapain mereka
curcol kepada orang yang
jomblo, eh maksudnya
singel seperti aku ini? Ini
absurd banget. Dan yang
paling sakit disaat wanita
yang disukai malah curcol
ke aku. *nelan hape*. Dan
ada juga yang lebih parah
adalah sampai penjual
bakso pun curhat
kepadaku. Sumpah ini
absurd banget. Dan
setelah selesai dia
curhat, ku beranikan diri
tuk berkata, 'sebagai
imbalan udah dengerin
curhat anda, apakah
bakso yang aku beli ini
bisa jadi gratis?' tanpa
babibu, dia guyurin tuh
kuah ke aku. Beuuh.. #
canda.
Terkadang jiwa
enterpreneurshipku
muncul, 'gimana kalo tiap
orang yang curhat ke
aku, dikenakan biaya.
50ribu untuk per-curhat-
an. Waaah, aku bisa
kayak mendadak nih'.
Tapi terkadang aku
berpikir, ya kalo mereka
mau bayar, kalo mereka
ngutang gimana? Atau
malah aku kena gampar
gimana? Mulai dari itu,
aku sadar dan gak
memungut biaya saat
mereka curhat alias
GRATIS!.
Jangan tanya apa saran
atau tanggapanku yang
ku berikan kepada
mereka yang curhat
padaku. Kepada mereka
yang sedang menjalani
cerita cinta yang rusak,
aku seperti seorang
dokter yang memberikan
resep kepada pasien.
Resepnya adalah sebuah
kalimat, 'YA UDAH,
KALIAN PUTUS AJA!'
taaarraaaaatttt...!!
Sebuah jawaban yang
singkat, tepat dan padat
serta nyesek bagi yang
mendengarnya. Tapi,
banyak yang berhasil
putus setelah ku berikan
resep yang demikian.
Mereka seperti
terhipontis oleh kata-
kataku, 'YA UDAH,
KALIAN PUTUS AJA'.
Tapi tak jarang juga ada
yang balikkan. Mungkin
masa berlaku hipnotis
kata-kataku habis, dan
mereka mulai sadar, 'aku
kemaren telah curhat ke
orang yang salah'.
Aku cuma bilang, 'Emang
gue pikirin'.
banyak abege-abege labil
atau istilah gahol-nya
Ababil, bertebaran di
muka bumi. Yah,
walaupun aku juga gak
tau muka bumi itu kayak
gimana. Ntah dimana
mulut, mata dan ntah
dimana pula lobang
hidungnya. Kembali ke
ababil. Jadi begini, anak-
anak labil ini susah
ditebak isi hati dan
pemikirannya. Misalnya
ini ya, kadang-kadang
mereka bisa tertawa
terbahak-bahak dan
kemudian bisa langsung
menangis sekuat-
kuatnya. Kenapa? Pas
ketawa tadi, tiba-tiba
ada burung yang sedang
boker di angkasa dan
kotorannya tepat sasaran
masuk ke dalam
mulutnya.
Berikutnya, yang tak
kalah jauh banyaknya
dengan jumlah ababil
adalah remaja galau atau
istilah gahol-nya disebut
galauers. Remaja jenis ini
selalu menggalaukan
semua hal dan terbanyak
tentang hal asmara.
Mulai dari pacaran,
putus, cinlok, dan jomblo.
Nah, dari kejadian gejala
umum yang terjadi di
kalangan zaman sekarang
ini, timbul sebuah ide
ataupun jiwa
enterpreneurship-ku.
Yakni membuka BIRO
JODOH DAN BIRO
CURHAT!
jengjeenggjeeennggg...
Pemikiran yang cerdas
sekalii.
Dalam bisnis biro jodoh,
Para ababil yang bingung
dalam mencari pasangan
adalah sasaran utama
bisnis ini. Diikuti oleh
para lajang lapuk,
perawan tua, janda, duda
dan tua bangka
sekalipun. Kemudian
bisnis Biro Curhat
diperuntukkan bagi para
mereka yang sedang
ingin curhat. Yaeyalah,
masa para yang sedang
pengen boker?. Biro
curhat bergerak dibidang
jasa untuk menampung
barang-barang bekas
(kau kira ini butut?), eh
menampung unek-unek,
keluh kesah dan
memberikan solusi (yang
gak) tepat agar mereka
(gak) kembali bahagia.
Ide biro curhat ini
terinspira olehku dari
banyaknya orang-orang
di sekelilingku yang
sering curcol
(baca:curhat colongan)
padaku tentang kisah-
kisah cinta mereka
dengan para binatang
peliharaannya, eh
pasangannya deng. Dan
kebanyakan dari mereka
adalah cewek. Dan yang
paling aneh dari hal ini
adalah ngapain mereka
curcol kepada orang yang
jomblo, eh maksudnya
singel seperti aku ini? Ini
absurd banget. Dan yang
paling sakit disaat wanita
yang disukai malah curcol
ke aku. *nelan hape*. Dan
ada juga yang lebih parah
adalah sampai penjual
bakso pun curhat
kepadaku. Sumpah ini
absurd banget. Dan
setelah selesai dia
curhat, ku beranikan diri
tuk berkata, 'sebagai
imbalan udah dengerin
curhat anda, apakah
bakso yang aku beli ini
bisa jadi gratis?' tanpa
babibu, dia guyurin tuh
kuah ke aku. Beuuh.. #
canda.
Terkadang jiwa
enterpreneurshipku
muncul, 'gimana kalo tiap
orang yang curhat ke
aku, dikenakan biaya.
50ribu untuk per-curhat-
an. Waaah, aku bisa
kayak mendadak nih'.
Tapi terkadang aku
berpikir, ya kalo mereka
mau bayar, kalo mereka
ngutang gimana? Atau
malah aku kena gampar
gimana? Mulai dari itu,
aku sadar dan gak
memungut biaya saat
mereka curhat alias
GRATIS!.
Jangan tanya apa saran
atau tanggapanku yang
ku berikan kepada
mereka yang curhat
padaku. Kepada mereka
yang sedang menjalani
cerita cinta yang rusak,
aku seperti seorang
dokter yang memberikan
resep kepada pasien.
Resepnya adalah sebuah
kalimat, 'YA UDAH,
KALIAN PUTUS AJA!'
taaarraaaaatttt...!!
Sebuah jawaban yang
singkat, tepat dan padat
serta nyesek bagi yang
mendengarnya. Tapi,
banyak yang berhasil
putus setelah ku berikan
resep yang demikian.
Mereka seperti
terhipontis oleh kata-
kataku, 'YA UDAH,
KALIAN PUTUS AJA'.
Tapi tak jarang juga ada
yang balikkan. Mungkin
masa berlaku hipnotis
kata-kataku habis, dan
mereka mulai sadar, 'aku
kemaren telah curhat ke
orang yang salah'.
Aku cuma bilang, 'Emang
gue pikirin'.
Subscribe to:
Posts (Atom)