Search This Blog

Pages

Wednesday, September 21, 2011

Jika Shower Tak Pernah Ada

@Poconggg berkata, 'saat engkau galau, bershowerlah'.
@radityadika berkata, 'tidurlah sebelum engkau galau'.

Ku coba memaknai 2 kalimat sakral tersebut.
Kalimat pertama adalah tentang bershower di kala galau. Biar tau aja, gak semua orang Indonesia, di kamar mandinya ada shower, contohnya aku *tunjuk hidung sendiri*. Sesuatu banget yah, saat puncak galau datang dan hendak menghilangkan semua galau itu bersama mengalirnya airnya yang mengucur dari shower tapi harus menghadapi kenyataan bahwa GAK PUNYA SHOWER. Ini gak Alhamdulillah banget ya. Ini berasa pengen b*ker tapi sedang diperjalanan disebuah tol dan didalam bus yang penuh sesak. Di keluarin gak mungkin, ditahan malah buat nyesek. Sumpah, gak ada ini shower ngeselin banget. Cara menyiasatinya antara lain dengan duduk di bawah pancuran air hujan dari atas genting. Tapi lagi-lagi ini nyesekin. Musim kemarau gini gimana mau bisa guyuran pake pancuran sebagai ganti shower? Cobaklah...
Sebagai orang yang galau, mungkin aku gagal menggalau.

Kalimat kedua yang tentang tidurlah sebelum engkau galau. Ini adalah sebuah kalimat yang mempunyai yang bermakna sangat amat dalam. Seantero jagat raya juga tau kalo menggalau itu sering datang di malam hari. Galau itu datang saat orang sedang berfikir yang enggak-enggak, sedang sendirian dan sedang garuk-garuk p*nt*t. Ok, yang terakhir itu emang agak aneh kedengarannya. Jadi bisa dikatakan, galau itu seperti main jelangkung di malam hari. Datang tak dijemput, pulang gak diongkosin.
Jadi, ngegalau dimalam hari tuh adalah sesuatu yang amat sangat sesuatu banget yaah.
Dari kalimat itu juga bisa ditarik 2 kesimpulan, Tuhan menciptakan malam dengan 2 tujuan yakni waktu untuk beristirahat dan waktu yang tepat untuk menggalau.

Dan yang paling kacau dimana saat kedua kalimat itu di satukan. 'tidurlah sebelum engkau galau, jika terpaksa galau maka bershowerlah!'. Gila aja ya!
Bershower kok malam-malam? Yang ada, hilang galaunya malah muncul masuk angin dan penyakit lainnya. Yang parahnya lagi, jika nekat menggalaunya di malam hari di terusin tapi malah gak ada shower. Coba aja pikir sendiri! Aku gak bisa ngebayanginnya. Dan lagi-lagi, sebagai orang yang galau, aku harus gagal menggalau.

Sudah kodratnya manusia tercipta tak luput dari salah dan dosa serta GALAU.
Dan jika shower tak pernah ada, mungkin engkau akan galau selamanya.

No comments: