Search This Blog

Pages

Monday, August 15, 2011

Agak Merinding

halloooohhhh!!!
Gimanaaaahhhhh puaahhhhssaaahhhhnyaaahhhh...?? Masihhhh sahhhnnggguuppkaaahhhh?? Sengaja di banyakin huruf 'H'nya biar makin terasa puasanya. *ngetes bau jigong ke tangan sendiri* *pingsan*


Yeah, puasa udah masuk ke hari 15 aja nih. Gak terasa yah?? (Mata lo mimisan dibilang ga terasa??)
Puasa tahun ini yah seperti puasa tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah belum ada yang bolong puasanya. Tapi tempus alias tembak puasa a.k.a buka diem-diem udah 16 kali. Gile aja ya, puasa baru 15 kali tapi tempusnya udah 16 kali. -___-


Cobaan terberat di puasa tahun ini terjadi ketika beberapa hari yang lalu, temannya dari salah seorang temanku yang bernama Oki meninggal dunia. Eh, temannya Oki ya yang meninggal, bukan Oki-nya. Nah, kami tuh datang ke kediaman si ahli musibah. Ikut mensholatkan dan mengantarkannya ke liang kubur. Saat itu Oki dengan semangat mudanya, eh ralat, dengan semangat agak tuanya ikut menggotong keranda sampai ke kuburan. Pada saat dikuburkan aku berasa takut. Bukan, bukan takut karena Oki lupa ngelepas tali pocongnya. Yang ku takutkan adalah sanggupkah kira-kira aku yang tidur didalam liang itu (mati). Walaupun mau ga mau setiap orang itu bakal merasakan mati.


Coba bayangkan!
(Coba deh tutup mata, agar lebih menghayati tulisan berikut ini) bayangkan aja kalo misalnya kamu menutup mata dan membaca tulisan ini, ya jelas ga bisalah! So, buka mata kamu dan resapi kalimat-kalimat ini:

Bayangkan saja, jika hari ini dia yang disemayamkan, mungkin besok kita.


Jika hari ini dia yang dibacakan Alquran, mungkin besok kita.

Jika hari ini dia yang dimandikan oleh saudara-saudaranya, mungkin bisa jadi besok giliran kita.

Jika hari ini dia yang disholatkan, mungkin saja besok giliran kita.

Jika saja hari ini dia yang naik kenderaan yang di supir oleh 4 orang (keranda), ya besok jadi giliran kita.

Dan jika saja hari ini dia yang akan tidur dilubang yang sempit dan sepi itu, mungkin saja besok kita yang tidur disana. Dan itu semua bisa terjadi kepada setiap makhluk hidup. Dan ada satu kecualian yang menyebabkan itu tidak terjadi kepada kita seorang diri, yakni ketika kita mati beramai-ramai saat musibah melanda. Kita akan dikuburkan secara massal...

Dan ingatlah, gak ada yang abadi di dunia ini, termasuk seorang Mahasiswa Abadi sekalipun.


Wassalam.

2 comments:

Oki Setiawan said...

apa lg Q.
agak muak ngomen blog mu.

lhoo..

Anonymous said...

eh eh eh...
Baru 2x kau komen, muak pulak. Ckck...
Pohon yang aneh