Seperti halnya orang-orang suka curhat padaku dan Layaknya manusia normal pada umumnya, dulu aku juga pernah sekali curhat tentang EHEM..UHUCK..UHUCK..cinta..UHUCK...UHUCK... Sengaja ku tulis kata CINTA dengan huruf kecil yang diapit dengan huruf-huruf besar agar kalian gak membacanya. Dan tak disangka ternyata aku juga pernah merasakan yang namanya SALAH ORANG UNTUK CURHAT.
Curhatku kali itu bukan tentang aku yang sedang mengalami suatu hubungan cinta yang rusak, tapi aku sedang fallin in love atau dalam hal ilmiahnya jatuh cinta. Jadi aku mau nembak cewek gitu deh. Jadi, dia gak bakal ngasih saran ke aku dengan ucapan, 'YA UDAH, KALIAN PUTUS AJA!'. Hahaha..
Karena ga berani curhat secara langsung, aku dan si teman tempat curhatku janjian agar curhatnya lewat smsan aja. Nama teman curhatku ini ku samarkan, sebut aja namanya Bunga. Eh, kok kedengerannya kayak nama yang sering muncul di acara kriminal sebagai korban pemerkosaan ya? Ok, diganti aja menjadi Melati. (Kayaknya tetep aja ya).
Jadi, setelah ku sms apa masalahnya, kemudian aku dan Melati terlibat per-sms-an serius. Dia tanya, udah berapa lama aku PDKT dengan si doi. Aku balas, 'baru sebulan'.
Dia ngebales gini, 'apa? Baru sebulan? Cobalah lebih PDKT kan lagi. Jangan terburu-buru. Liat respon dia ke kau, tanya ayah dan ibunya kerja apa? Berapa harta warisan untuk dia? Adeknya ada berapa? Bisa diajak kerja sama apa ga? Gitu loh'.
Buset dah, ini anak pengen ngajarin aku nembak apa mau doain orang tuanya cepat mampos?
Ku balas, 'kamfret, aku mau curhat. Bukannya mau jadi agen MLM!'
'yah, itu ada gunanya juga itu, btw, dulu kau bilang, kau single itu prinsip. Nah kok jadi nasib?', balas Melati.
Aku bales, 'aku mau curhat woi, bukan mau dihina! *tiduran di tol*.
Di akhir curhatan, Melati memberi solusi, 'kalo gitu sabar aja dulu, tapi tetep PDKT sama dia. Cewek tuh butuh yang namanya perhatian. Tapi bukan perhatian yang dalam arti sbenarnya ya. Ngerti kan maksudku?'.
Dengan sigap ku jawab, 'ok sip! Tapi maksudnya gimana ya??'
Melati, '*nelen laptop*. Yah, sering-sering aja hubungi dia. Kadang cewek butuh temen cowok buat hiburan. Kasih dia hape, mobil atau rumah!'.
'kau ini mau ngasih solusi apa cari berantem? Mana bisa aku ngasih gitu? Masalahnya dia jarang pacaran. Jadi mungkin susah jatuh cinta ', dengan jengkel ku membalasnya.
Eh dengan enteng si Melati membalas, 'eh dia wanita tulenkah?'
Pertanyaan Melati barusan seperti petir di siang bolong. Aku masih normal, yang suka sama wanita. *duduk dibawah shower*
Semenjak kejadian itu, aku agak trauma dengan yang namanya curhat.
Trus, gimana hubungan aku dengan cewek itu? Masih dipending sampai sekarang...
1 comment:
Absurd ente gan wkwkwkwk
Sumpah! Ane ngakak 7 turunan!
ABSURD ngahahahaha *lol*
Post a Comment